Di balik keberhasilan bisnis travel di Sumatera Utara, terdapat nama besar Fitri Lubis yang berhasil membawa Lubis Travel berkembang pesat hingga menjadi rujukan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kisah perjuangan Fitri Lubis bukan sekadar perjalanan membangun bisnis, namun juga kisah inspiratif tentang ketekunan, kecintaan pada daerah sendiri, dan tekad untuk terus maju menghadapi tantangan zaman.
Fitri Lubis lahir di sebuah desa kecil di tepian Danau Toba, Sumatera Utara. Sejak kecil, ia akrab dengan kehidupan sederhana penuh nilai gotong royong. Kedekatan dengan alam dan budaya Batak menanamkan kecintaan mendalam pada kekayaan alam dan tradisi daerahnya.
Pada tahun 2006, Fitri merantau ke Medan untuk menempuh pendidikan tinggi. Di kota ini, ia melihat peluang besar di sektor pariwisata terutama karena meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang ingin menjelajahi Danau Toba, Berastagi, dan berbagai destinasi eksotis lainnya di Sumatera Utara. Namun, ia melihat beberapa keterbatasan dari segi layanan transportasi dan biro perjalanan yang masih kurang profesional.
Dengan modal nekat dan sejumlah tabungan, Fitri mendirikan Lubis Travel pada 2008. Awalnya, bisnis ini hanya memiliki satu unit mobil minibus dan dua karyawan. Pelayanan dimulai dari antar-jemput bandara, city tour di Medan, hingga menyiapkan paket wisata ke Danau Toba dan sekitarnya. Fitri terjun langsung menjadi sopir, pemandu wisata, sekaligus pengelola administrasi.
Upayanya menjaga kualitas layanan, ketepatan waktu, dan keramahan dalam melayani pelanggan membuat Lubis Travel perlahan mulai dikenal. Promosi dilakukan lewat media sosial, brosur, dan jaringan relasi mahasiswa perantau dari luar daerah yang ingin membawa keluarga mereka berlibur ke Sumatera Utara.
Jalan Fitri untuk membesarkan Lubis Travel bukan tanpa hambatan. Beberapa kali kendaraan rusak di tengah perjalanan, pelanggan menuntut layanan ekstra di luar kontrak, hingga persaingan harga dengan biro travel lain yang lebih besar. Namun, ia tidak menyerah. Ia selalu berusaha menanggapi kritik pelanggan sebagai bahan perbaikan.
Pada masa pandemi COVID-19, sektor pariwisata nyaris lumpuh total. Namun, Fitri tidak memutuskan untuk menutup usaha. Ia mulai menawarkan layanan antar logistik, kerjasama dengan UMKM makanan khas Sumatera Utara untuk layanan delivery, dan pelatihan digital marketing untuk para sopir serta staff.
Setelah pandemi, Fitri memahami bahwa digitalisasi merupakan kunci utama untuk menjangkau pasar lebih luas. Ia meluncurkan website resmi Lubis Travel dan mengintegrasikan sistem pemesanan online. Kolaborasi dengan platform perjalanan daring dan e-wallet lokal turut meningkatkan kemudahan bagi pelanggan yang ingin memesan tiket, mobil, atau paket wisata.
Inovasi layanan juga terus dikembangkan: seperti menghadirkan paket wisata customized untuk wisata edukasi sekolah, corporate trip, wisata religi ke destinasi rohani di Sumatera Utara, hingga program “desa wisata” yang melibatkan masyarakat lokal. Program ini tidak hanya memberi pengalaman berbeda, tapi juga meningkatkan kesejahteraan desa.
Fitri selalu menanamkan nilai integritas dan keramahan pada seluruh tim Lubis Travel. Bagi Fitri, kepercayaan pelanggan adalah investasi jangka panjang. Ia selalu memotivasi timnya bahwa pelanggan yang puas akan merekomendasikan Lubis Travel kepada keluarga dan kolega, bahkan tanpa diminta.
Lubis Travel aktif berkolaborasi dengan hotel, restoran lokal, pengrajin souvenir, dan komunitas pegiat pariwisata. Tak jarang, Lubis Travel menjadi sponsor dalam festival budaya, event olahraga, dan promo UMKM di kawasan pariwisata.
Kini, Lubis Travel telah memiliki lebih dari 30 unit armada mobil dan melayani ribuan wisatawan tiap tahunnya. Fitri Lubis pernah beberapa kali menerima penghargaan, antara lain "Inspirasi Bisnis Perempuan Indonesia Sumatera Utara" dan "Travel Agent Terbaik Regional Sumatera 2022".
Lubis Travel juga mendapat pengakuan sebagai travel agent ramah lingkungan karena konsisten mengkampanyekan pariwisata berkelanjutan, seperti memakai armada irit BBM, edukasi wisatawan untuk meminimalkan sampah, dan mendukung program reboisasi di area wisata.
Kisah Fitri Lubis mengajarkan bahwa kegigihan dan kejujuran adalah modal utama membangun usaha. Ia aktif membagikan pengalamannya dalam seminar kewirausahaan dan pelatihan UMKM, memberikan semangat serta tips kepada generasi muda agar berani merintis usaha di bidang apapun, terutama di sektor pariwisata.
Menurut Fitri, pariwisata Sumatera Utara punya potensi besar yang masih bisa digali. Wisata budaya, kuliner, dan keindahan alam akan terus menjadi daya tarik jika dikelola dengan baik, melibatkan masyarakat lokal, dan mengedepankan pelayanan yang tulus.
Keberhasilan Fitri Lubis dan Lubis Travel adalah bukti nyata bahwa setiap orang dapat mencapai mimpi dengan berbekal tekad kuat, kerja keras, dan semangat berbagi. Lubis Travel tak hanya membuka akses bagi wisatawan untuk menikmati keindahan Sumatera Utara, tapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Kisah ini menjadi inspirasi bahwa di tengah berbagai tantangan, inovasi, komitmen pada kualitas, serta integritas adalah fondasi kuat dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan berdampak besar bagi banyak orang.