M. Zulham Nasution lahir dan tumbuh besar di sebuah desa di Sumatera Utara. Berasal dari keluarga sederhana, Zulham selalu memendam impian besar menjadi pengusaha sukses yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang. Namun, perjalanan menuju impian tersebut tidak selalu mulus. Kehidupan ekonomi keluarganya membuat Zulham sejak muda harus berpikir kreatif untuk membantu orang tua serta memenuhi kebutuhan hidup.
Setelah menamatkan pendidikan, Zulham sempat bekerja di beberapa tempat. Namun, pekerjaan kantoran tidak membuatnya merasa puas. Ia selalu mengingat cita-citanya untuk membuka usaha sendiri. Ketertarikan pada kuliner Minang lahir dari kecintaannya terhadap masakan Ranah Minang yang terkenal dengan daging rendang, gulai, dan sajian lain yang kaya rempah.
Pada tahun 2007, Zulham memberanikan diri membuka Rumah Makan Minang Baru bersama istrinya, Devi. Modal awalnya tidak banyak, hanya cukup untuk sewa tempat sederhana, peralatan dapur, dan bahan masakan. Segala proses persiapan dilakukan sendiri, mulai dari memasak, mengatur meja, hingga melayani pelanggan. Pada awal, mereka hanya mampu menyajikan beberapa menu khas Minang seperti rendang, ayam pop, gulai ikan, dan sambal ijo.
Tantangan terbesar di awal adalah mengenalkan masakan Minang di daerah Medan yang dipenuhi ragam kuliner lokal. Selain itu, persaingan dengan rumah makan lainnya turut memperberat langkah Zulham. Namun, berkat kegigihannya dan fokus terhadap cita rasa autentik, pelan-pelan Rumah Makan Minang Baru mulai dikenal. Pelanggan awal merasa terkesan dengan kelezatan dan kehangatan pelayanan yang diberikan Zulham sekeluarga.
Zulham Nasution memiliki prinsip bahwa kualitas harus menjadi prioritas utama. Ia hanya memilih bahan segar, memastikan setiap masakan dibuat dengan resep asli Minang, dan menjaga kebersihan rumah makan. Selain itu, ia selalu mendengarkan masukan pelanggan sehingga mampu melakukan inovasi pada menu, tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.
Salah satu strategi yang dilakukan ialah memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Zulham mulai mengunggah foto-foto makanan dan membagikan kisah perjalanan usahanya. Hal ini menarik perhatian banyak kalangan, khususnya anak muda yang menggemari kuliner khas Nusantara.
Dalam mengelola bisnis, Zulham juga mengutamakan hubungan dengan karyawan. Ia memperlakukan timnya layaknya keluarga, memberikan pelatihan kerja serta motivasi agar mereka mampu memberikan pelayanan terbaik. “Usaha ini bukan hanya milik saya, tapi milik kita bersama. Saya ingin setiap orang yang bekerja di sini bangga dan bahagia,” ujarnya.
Rumah Makan Minang Baru kini telah tumbuh pesat, memiliki beberapa cabang di Medan dan sekitarnya. Tidak hanya dikenal melalui mulut ke mulut, rumah makan ini juga kerap menjadi pilihan bagi acara keluarga, kantor, hingga wisatawan yang ingin menikmati masakan Minang otentik.
Beberapa media lokal dan nasional pernah meliput kisah Zulham Nasution sebagai inspirasi pengusaha muda. Rumah Makan Minang Baru memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah atas dedikasi dalam memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Barat melalui kuliner, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Seperti banyak pengusaha lainnya, Zulham harus menghadapi tantangan besar saat pandemi Covid-19 melanda. Penurunan pengunjung sangat terasa, sementara biaya operasional tetap berjalan. Namun, berkat inovasi dan keyakinan, Zulham mengubah strategi bisnisnya dengan fokus pada layanan pesan antar dan berkolaborasi melalui platform digital. Cara ini berhasil menjaga keberlangsungan usaha meski dalam masa sulit.
Selain itu, Zulham memperkuat solidaritas internal, memastikan semua karyawan tetap mendapatkan dukungan dan bantuan selama masa krisis. Loyalitas yang telah ditanamkan sejak awal terbukti menjadi kekuatan utama dalam menghadapi badai pandemi.
Kisah Zulham Nasution dan Rumah Makan Minang Baru menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda di Sumatera Utara dan luar daerah. Bagaimana seseorang bisa berangkat dari kesederhanaan dengan semangat kerja keras, dedikasi, dan inovasi, telah membuktikan bahwa impian bisa diraih siapapun yang mempunyai tekad.
Zulham sering diundang menjadi pembicara di seminar kewirausahaan, membagikan pengalaman serta motivasi untuk tetap berjuang dan jangan mudah menyerah. Ia percaya, usaha kuliner bukan sekadar perniagaan, tapi juga merupakan sarana pelestarian budaya dan mempererat kebersamaan.
Di tengah pencapaian dan pengakuan yang diraih, Zulham Nasution tetap rendah hati. Impian berikutnya adalah memperluas jangkauan Rumah Makan Minang Baru ke kota-kota di luar Sumatera Utara. Ia juga ingin menciptakan program pelatihan bagi calon pengusaha muda, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mampu bangkit dan mandiri melalui wirausaha.
Rumah Makan Minang Baru terus berkomitmen menjaga kualitas, mengenalkan kekayaan kuliner Minang dan menyediakan pelayanan terbaik untuk setiap pelanggan. Zulham yakin bahwa keberhasilan bukan hanya tentang materi, melainkan tentang manfaat dan dampak positif yang dibawa untuk masyarakat.
Kisah sukses M. Zulham Nasution dan Rumah Makan Minang Baru adalah gambaran nyata bagaimana mimpi bisa menjadi kenyataan melalui kerja keras, kualitas, dan nilai-nilai kebersamaan. Perjalanan yang dimulai dari keterbatasan hingga menjadi ikon kuliner di Sumatera Utara, membuktikan bahwa kesungguhan dan inovasi adalah kunci utama dalam mencapai impian. Semoga kisah ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai perjalanan sebagai pengusaha di bidang apapun.