Sumatera Utara dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam sektor usaha kreatif dan industri lokal. Salah satu nama yang kini sangat dikenal di dunia usaha di Sumatera Utara adalah Septi Siregar, pendiri dan pemilik Siregar Watches, sebuah brand jam tangan yang telah membuktikan kualitas serta keberhasilan mereka dalam menggarap pasar lokal maupun nasional. Kisah perjalanan Septi Siregar dalam mendirikan dan mengembangkan Siregar Watches adalah sebuah inspirasi bagi banyak anak muda dan pelaku UMKM di Indonesia.
Septi Siregar lahir di Tapanuli, Sumatera Utara, dalam keluarga sederhana yang mengajarkan nilai kerja keras sejak dini. Setelah menamatkan pendidikan SMA, Septi berjuang mencari peluang usaha yang dapat membantunya menopang keluarga. Kecintaannya pada desain dan barang-barang unik mendorong dirinya untuk tertarik mendalami dunia jam tangan. Saat itu, jam tangan masih dianggap sebagai barang mahal dan eksklusif di daerahnya.
Pada tahun 2017, Septi mulai merintis usaha kecil-kecilan dengan menjual jam tangan hasil impor dari luar negeri secara online. Namun, persaingan yang sangat ketat membuat Septi mencari cara agar produknya memiliki ciri khas tersendiri. Mulailah ia belajar tentang pembuatan jam tangan dan mencari bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan untuk produksi. Di sinilah lahir brand Siregar Watches dengan konsep "jam tangan berbahan dan desain lokal khas Sumatera Utara".
Melalui kegigihan dan inovasi, Siregar Watches mulai dikenal masyarakat sebagai brand jam tangan dengan desain unik dan memiliki motif Batak. Setiap jam tangan yang diproduksi oleh Siregar Watches memiliki sentuhan budaya lokal, seperti motif ulos, sigale-gale, hingga corak alam Sumatera Utara. Produk ini dinilai bukan hanya sebagai alat penunjuk waktu, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan akan budaya daerah.
Inovasi yang dilakukan Septi tidak berhenti di desain. Ia juga memperhatikan kualitas material dan mekanisme jam agar mampu bersaing dengan produk impor. Dengan modal yang terbatas, Septi memberanikan diri untuk mengikuti berbagai pameran UMKM dan promosi digital di media sosial, terutama Instagram dan Facebook. Perlahan, Siregar Watches mulai menerima pesanan dari luar Sumatera Utara, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura berkat keunikan produknya.
Tahun 2019 menjadi titik balik bagi Septi Siregar. Ia mendapat penghargaan dari pemerintah daerah atas kontribusinya dalam mengembangkan produk lokal dan budaya Batak. Selain itu, Siregar Watches menjadi salah satu brand yang dipilih untuk mewakili Sumatera Utara dalam program ekspor produk lokal Indonesia ke luar negeri. Kesempatan itu membuat Siregar Watches semakin berkembang dan mampu memproduksi jam tangan dalam jumlah yang lebih besar.
Tentu saja, perjalanan bisnis Septi tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada berbagai sektor, termasuk UMKM. Pembatasan sosial dan penurunan daya beli membuat penjualan Siregar Watches sempat anjlok. Namun, Septi tak menyerah. Ia melakukan pivot bisnis dengan menjual produk melalui marketplace dan menggencarkan promosi digital. Ia juga memperkenalkan layanan kustom jam tangan, di mana pelanggan bisa memesan jam dengan motif atau nama sendiri.
Berkat strategi itu, Siregar Watches berhasil bangkit dan menjaga omset perusahaan. Bisnis Septi bahkan berkembang lebih cepat karena semakin banyak pelanggan dari luar daerah yang mengenal produknya melalui platform digital.
Septi Siregar tidak hanya berfokus pada keuntungan pribadi. Ia memberdayakan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja, terutama bagi ibu rumah tangga dan pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Proses produksi jam tangan, dari desain hingga perakitan, dilakukan di workshop kecil yang mempekerjakan puluhan orang. Septi percaya bahwa usaha kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama.
Selain itu, Siregar Watches sering melakukan program pelatihan dan edukasi bagi pelaku UMKM lokal, membagikan pengalaman dan tips dalam mengelola bisnis dari nol. Banyak peserta pelatihan yang berhasil membuka usaha sendiri berkat motivasi dan bimbingan dari Septi.
Siregar Watches juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti pemberian jam tangan kepada siswa berprestasi di Sumatera Utara dan mendukung pelestarian kebudayaan Batak. Semua itu dilakukan atas dasar keinginan memberikan kontribusi bagi daerah dan mengangkat nama Sumatera Utara lebih tinggi di mata nasional maupun internasional.
Dari berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi, Septi Siregar membagikan beberapa prinsip yang menjadi rahasia suksesnya:
Prinsip-prinsip tersebut membuat Septi Siregar menjadi contoh nyata bagaimana seorang pengusaha muda dari daerah bisa menembus pasar nasional bahkan internasional dengan produk lokal berkualitas.
Siregar Watches kini telah menjadi salah satu brand jam tangan lokal yang diakui secara nasional. Produk-produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Kedepannya, Septi berencana memperluas lini produk dengan inovasi jam tangan pintar (smartwatch) berdesain lokal serta memperkuat pemasaran digital.
Septi juga berharap agar kisahnya dapat menjadi inspirasi kepada generasi muda, terutama di Sumatera Utara, untuk kreatif dan berani memulai usaha. Menurut Septi, kesempatan untuk berhasil selalu terbuka bagi mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan pantang menyerah.
Kisah sukses Septi Siregar dan Siregar Watches adalah bukti nyata bahwa produk lokal dengan sentuhan budaya dapat diterima pasar luas. Usaha kecil yang dimulai dengan niat baik, inovasi, dan komitmen dapat memberikan dampak tidak hanya bagi pemilik usaha, tapi juga masyarakat sekitar. Septi Siregar membuktikan bahwa dengan kerja keras dan adaptasi, semua impian dapat tercapai. Semoga kisah inspiratif ini memberi motivasi bagi para pelaku usaha dan generasi muda Indonesia untuk terus berkarya dan membangun negeri.